Mengembangkan ikhtiar Kurikulum Peradaban melalui riset, pengajaran, dan khidmah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Sebuah kontribusi pemikiran untuk menerjemahkan semangat Fikih Peradaban ke dalam praktik pendidikan.
Dr. H. Ribut Nur Huda, S.Hum., M.Pd.I., M.Ed. adalah akademisi bidang kurikulum dan pendidikan Islam. Menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Pungging, Mojokerto, ia menyelesaikan studi sarjana Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Sunan Ampel Surabaya, magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Darul Ulum Jombang, dan magister Pendidikan Bahasa Arab di Khartoum International Institute for Arabic Language (KIIFAL), Sudan, atas beasiswa prestasi Liga Arab.
Gelar Doktor Kurikulum dan Metodologi Pembelajaran diraihnya dari University of Holy Quran and Islamic Science, Sudan, dengan predikat summa cum laude atas beasiswa PBNU. Selama hampir satu dasawarsa di luar negeri ia mengabdi di PCINU Sudan hingga diamanahi sebagai Mustasyar, menjadi penerjemah Duta Besar RI dan staf bagian politik KBRI Khartoum, serta meneliti relasi gerakan keagamaan dengan sistem pendidikan yang terbit di jurnal ilmiah dan belasan buku.
Sekembalinya ke tanah air, ia dipercaya sebagai pensyarah kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun di Masjid Istiqlal Jakarta, pengajar terjemah bahasa Arab di Pusat Bahasa Internasional Universitas Indonesia, anggota Himpunan Penerjemah Indonesia, serta terlibat dalam kepanitiaan PBNU R20 ISORA 2023 dan komite pengarahan diplomasi BPJI PBNU. Ia mengasuh majelis Baitus Sunnah wat Tazkiyah (BASTA) Nusantara dan Madrasatul Bayan wal Lughah, sembari memperjuangkan satu gagasan: kurikulum peradaban, upaya menerjemahkan cita-cita peradaban Nahdlatul Ulama menjadi rancangan pendidikan yang konkret.
Semangat peradaban yang dirumuskan para ulama layak diterjemahkan menjadi kurikulum yang mendidik generasi: terukur, teruji, dan berakar pada tradisi keilmuan. Inilah ikhtiar yang sedang dikembangkan — dengan kerendahan hati untuk terus belajar dari para kiai dan lembaga.
Setiap klaim diuji, setiap kurikulum dirancang, setiap kebijakan dievaluasi dengan disiplin ilmiah. Yang dibela bukan kubu, melainkan cara berpikir.
Dari silsilah biologis menuju sanad keilmuan: menjaga mata rantai transmisi pengetahuan sebagai fondasi peradaban, tema yang menyatukan seluruh spektrum umat.
Sembilan tahun belajar dan meneliti di dunia Arab dan Afrika menjadi lensa komparatif bagi masa depan pendidikan Islam Indonesia.
Belajar dan mengabdi, tahap demi tahap.
Fondasi keilmuan pesantren: kitab kuning, bahasa Arab, dan tradisi sanad.
Sarjana Bahasa dan Sastra Arab; kemudian mengabdi sebagai dosen luar biasa bahasa Arab (2014).
Magister Pendidikan Agama Islam, memperdalam ilmu pendidikan di jantung tradisi NU.
Magister Pendidikan Bahasa Arab atas beasiswa prestasi Liga Arab; mulai mengabdi di PCINU Sudan sebagai Ketua LAKPESDAM (2016), kemudian Rais Syuriyah (2018).
Penerjemah Duta Besar RI dan staf bagian politik: pengalaman diplomasi langsung di jantung dunia Arab-Afrika.
Doktor Kurikulum dan Metodologi Pembelajaran, summa cum laude, atas beasiswa PBNU. Diamanahi sebagai Mustasyar PCINU Sudan (2019–sekarang).
Direktur BASTA Nusantara; dipercaya dalam kepanitiaan PBNU R20 ISORA, forum otoritas keagamaan internasional.
Pensyarah kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun di Masjid Istiqlal Jakarta; pengajar terjemah bahasa Arab di Pusat Bahasa Internasional UI; komite pengarahan diplomasi BPJI PBNU; komite pelatihan diplomasi kemanusiaan untuk Palestina (HLNKI MUI). Terus memperjuangkan gagasan kurikulum peradaban.
Sketsa Sanad Peradaban dalam Islam
Menelusuri mata rantai transmisi nilai dan keilmuan sebagai fondasi moderasi — dibahas dalam bingkai mahabbah Ahlul Bait dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.
Kajian epistemologi bahasa atas kaidah taghlib dalam ushul nahwu, ditelusuri dari sumber-sumber klasik (sama’i, qiyas, ’amil) dan relasinya dengan realitas sosio-historis bangsa Arab. Penguatan literasi bahasa Arab pesantren sekaligus memperkenalkan pemikiran Islam Nusantara ke dunia Arab-Islam.
Perkembangan gerakan Islam di Sudan dan pengaruhnya terhadap dinamika pendidikan. Telah dikutip oleh peneliti lain.
Seri gagasan kurikulum peradaban dan catatan-catatan pendidikan Islam.
Jejak kiprah yang direkam media pihak ketiga, bukan klaim sendiri.
Rekam jejak pada halaman ini didukung rujukan lembaga dan publikasi pihak ketiga yang dapat diperiksa langsung.
Artikel "Islamic Movement in Sudan: Its' Development and Influence on The Dynamics of Sudan Education" terbit di jurnal akademik bereputasi dengan afiliasi University of Holy Quran and Islamic Science, Khartoum.
Lihat DOI resmi →Karya beliau dirujuk berulang kali oleh peneliti lain dalam kajian "Analisis Kebijakan Pendidikan Islam di Sudan" — bukti karya telah masuk sirkulasi sitasi akademik.
Lihat publikasi pengutip →Terdaftar dengan halaman penulis resmi di NU Online, media resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dengan tulisan tentang kurikulum peradaban dalam pendidikan.
Lihat halaman penulis →Karya terindeks di katalog penerbit nasional (Gramedia Digital, Deepublish, Bintang Semesta Media, Tirta Buana Media); artikel diterjemahkan dan dimuat oleh Universitas Islam Indonesia serta yayasan yang didirikan Presiden RI ke-4; diamanahi mensyarah Muqaddimah Ibnu Khaldun di Masjid Istiqlal.
Lihat katalog Deepublish →Majelis kajian sunnah dan penyucian jiwa: menghidupkan tradisi keilmuan dengan adab dan sanad.
Madrasah bahasa dan bayan: membina generasi yang fasih membaca khazanah dan menuliskan zamannya.